Selasa, 01 Mei 2018
Selasa, 06 Maret 2018
DAMPAK RADIASI DALAM KEHIDUPAN
Pengertian Radiasi
Sudah sering kita mendengar istilah radiasi di media massa.
Pada umumnya kata ini dikaitkan dengan kegiatan-kegiatan di reaktor
nuklir. Tetapi, Radiasi pada dasanya adalah suatu cara perambatan energi
dari sumber energi ke lingkungannya tanpa membutuhkan medium. Salah
contoh berdasarkan watak penghantarnya, ada dua jenis radiasi, yaitu
radiasi gelombang elektromagnetik dan radiasi partikel. Beda antara
kedua jenis radiasi itu sudah jelas, radiasi gelombang elektromagnetik
adalah pancaran energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik, termasuk
di dalamnya adalah radiasi energi matahari yang kita terima sehari-hari
di permukaan bumi. Sedangkan radiasi partikel adalah
pancaran energi dalam bentuk energi kinetik yang dibawa oleh
partikel-partikel bermassa, seperti elektron, dan sebagainya. Radiasi
yang timbul di sekitar reaktor nuklir adalah radiasi yang berasal dari
bahan-bahan radioaktif, dapat berupa gelombang elektromagnetik maupun
partikel-partikel cepat. Secara alamiah manusia hidup di dalam lautan
radiasi. Salah satu contoh terbesarnya ialah radiasi dari matahari yang
justru mendukung kehidupan di bumi ini, setiap saat permukaan bumi
dihujani radiasi sinar kosmis yang terdiri dari gelombang
elektromagnetik dan ratusan jenis partikel-partikel cepat. Tetapi selain
matahari masih ada lagi radiasi yang berasal dari mineral-mineral
radioaktif yang ada di dalam bumi, sekaligus dengan turunannya yang
terlarut dalam air dan yang terbawa angin ke udara.
Disamping
itu, selain radiasi secara alamiah terdapat juga radiasi buatan
contohnya radioaktivitas yang dihasilkan dari percobaan nuklir dan
berpindah ke lingkungan (radioaktivitas jatuhan), dan radioaktivitas
yang dikeluarkan pada setiap tahapan daur bahan bakar nuklir. Selain itu
terdapat barang-barang konsumsi yang memancarkan radiasi rendah seperti
jam berpendar, detektor asap dan lain-lain. Tingkat aktivitas
radioaktivitas buatan di lingkungan saat ini relatif kecil dibandingkan
radioaktivitas alam. Percobaan nuklir di udara menjadi sumber radiasi
buatan yang terbesar di lingkungan. Percobaan ini berlangsung dari tahun
1945 sampai tahun 1980. Setelah selesai percobaan nuklir, diketahui
nuklida Sr-90 meningkatkan radioaktivitas dunia. Setelah percobaan
nuklir di udara tidak dilakukan lagi, dan percobaan dilakukan di bawah
tanah, radioaktivitas dunia juga menurun. Oleh karena itu, dari berbagai
macam proses radiasi tersebut, baik secara alamiah maupun buatan,
banyak menimbulkan dampak dalam kehidupan kita sehari-hari.
MACAM-MACAM RADIASI
Dalam
kehidupan ini, banyak kita temuka berbagai macam radiasi secara umum
mulai dari hal yang sederhana seperti radiasi panas matahari, radiasi
gelombang elektromagnetik, dan sebagainya sampai kepada yang paling
sulit seperti radiasi nuklir (inti) berupa radiasi alpha, beta dan gamma
yang menyebabkan berbagai macam dampak dalam kehidupan, baik itu dampak
negative maupun dampak positif. Radiasi secara garis besar di bagi
menjadi dua macam yaitu radiasi pengion dan radiai non-pengion. Radiasi
alpha, beta dan gamma merupakan salah satu bagian dari radiasi pengion.
Sedangkan radiasi panas, gelombang elektromagnetik merupakan salah satu
bagian dari radiasi non-pengion.
1. Radiasi pengion
Radiasi
pengion adalah jenis radiasi yang dapat menyebabkan proses ionisasi
(terbentuknya ion positif dan ion negatif) apabila berinteraksi dengan
materi. Yang termasuk dalam jenis radiasi pengion adalah radiasi
partikel alpha, radiasi partikel beta, dan radiasi sinar gamma.. Setiap
jenis radiasi memiliki karakteristik khusus. Yang termasuk radiasi
pengion adalah partikel alfa (α), partikel beta (β), sinar gamma (γ),
sinar-X, partikel neutron.
2. Radiasi Non Pengion
Radiasi
non-pengion adalah jenis radiasi yang tidak akan menyebabkan efek
ionisasi apabila berinteraksi dengan materi. Radiasi non-pengion
tersebut berada di sekeliling kehidupan kita. Yang termasuk dalam jenis
radiasi non-pengion antara lain adalah gelombang radio (yang membawa
informasi dan hiburan melalui radio dan televisi), gelombang mikro (yang
digunakan dalam microwave oven dan transmisi seluler handphone), sinar
inframerah (yang memberikan energi dalam bentuk panas), cahaya tampak
(yang bisa kita lihat), sinar ultraviolet (yang dipancarkan matahari).
MACAM-MACAM DAMPAK RADIASI DALAM KEHIDUPAN
Radiasi
merupakan suatu proses dari pemancaran sebuah partikel. Dalam
kehidupan, secara umum dampak radiasi digolongkan menjadi dua macam,
yaitu dampak positif radiasi dalam kehidupan dan dampak positif radiasi
dalam kehidupan.
1. Dampak positif radiasi dalam kehidupan sehari-hari
Dalam
kehidupan kita, terdapat berbagai macam dampak positif radiasi dalam
kehidupan kita. Dampak tersebut terlihat dari berbagai macam manfaat
radiasi tersebut untuk kepentingan hidup bagi kehidupan makhluk hidup di
bumi ini, seperti dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK),
kedokteran atau kesehatan, pertanian, hidrologi, dan peternakan.
a. Dalam bidang teknologi
Radiasi,
dalam bidang teknologi sangat membantu perkembangan dalam bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tersebut. Hal tersebut, terlihat dari
banyaknya perkembangan ilmu pengetahuan tentang radiasi tersebut.contoh
dalam bidang ilmu pengetahuan adalah peningkatan pengetahuan masyarakat
tentang radiasi, seperti penggunaan serta dampak positif dan negatifnya
dalam kehidupan sehari-hari.
Sedangkan
dalam bidang tekonologi, hal itu dapat kita lihat perkembangan berbagai
macam teknologi yang semakin canggih pada zaman sekarang, seperti
perindustrian-perindustrian yang terlibat langsung dalam pemanfaatan
radiasi tersebut, seperti pada sektor industri minyak bumi, teknik ini
digunakan dalam pengujian kualitas las pada waktu pemasangan pipa
minyak/gas serta instalasi kilang minyak dan Radioisotop yang sering
digunakan adalah kobal-60 (60Co). selain itu, radioisotop digunakan juga
sebagai perunut misalnya untuk menguji kebocoran cairan/gas dalam pipa
serta membersihkan pipa, yang dapat dilakukan dengan menggunakan
radioisotop iodoum-131 dalam bentuk senyawa CH3131l. Radioisotop seng-65
(65Zn) dan fosfor-32 merupakan perunut yang sering digunakan dalam
penentuan efisiensi proses industri, yang meliputi pengujian homogenitas
pencampuran serta residence time distribution (RTD). Sedangkan untuk
kalibrasi alat misalnya flow meter, menentukan volume bejana tak
beraturan serta pengukuran tebal material, rapat jenis dan penangkal
petir dapat digunakan radioisotop kobal-60, amerisium-241 (241Am) dan
cesium-137(137Cs).
b. Dalam bidang kedokteran dan kesehatan
Dalam
bidang kedokteran dan kesehatan, radiasi juga memilki dampak positif
yang sangat bermanfaat bagi dokter untuk mengetahui berbagai macam jenis
penyakit yang agar penaganannya dapat diketahui oleh dokter. Dengan
mengetahui berbagai macam jenis penyakit tersebut, maka keselamatan
kesehatan masyarakat umum dapat terjaga dan terjamin.
Aplikasi teknik nuklir di bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat ditujukan pada :
1. Prediksi
risiko dan pengendalian dampak radiasi pengion pada kesehatan
masyarakat. Pengendalian penyakit menular dan aplikasi bidang kedokteran
nuklir.
2. Kegiatan terutama diarahkan pada teknik pengendalaian populasi vektor penyakit dan deteksi dini penyakit.
3. Deteksi
penyebab penyakit malagizi dan gangguan kesehatan akibat pencemaran
lingkungan. Kegiatan diarahkan pada teknik pengukuran kandungan unsur
mineral esensial pada spesimen tubuh manusia dan lingkungan.
4. Pembuatan biomaterial dan bahan pangan steril untuk keperluan klinik.
Contoh
dalam bidang kedokteran adalah, Cemaran virus HIV dan Hepatitis (HBV
dan HCV) pada cadangan darah tranfusi dapat ditangani dengan Deteksi
dengan Teknik Biologi Molekuler Berbasis Nuklir Penyakit bervektor
binatang (demam berdarah dengue dan malaria) dapat ditangani dengan
Teknik Serangga Mandul (TSM) dan pembuatan vaksin dengan radiasi gamma,
Penyakit tertunda akibat pajanan radiasi pengion dapat ditangani dengan
Deteksi dengan Analisis Sitogenetik (aberasi kromosom stabil) serta
masih banyak lagi contoh lainya.
c. Dalam bidang pertanian
Dalam
bidang pertanian, radiasi juga memiliki dampak positik yang cukup
bermanfaat dalam bidang pertanian. Hal tersebut terlihat dari berbagai
pemanfaatan radiasi dibidang pertanian, seperti Radioisotop yang
digunakan sebagai perunut dalam penelitian efisiensi pemupukan tanaman
adalah fosfor-32 (32P). Teknik perunut dengan radioisotop akan
memberikan cara pemupukan yang tepat dan hemat. Selain untuk perunut
dalam penelitian efisiensi pemupukan, radiasi juga berguna untuk
pemberantasan hama tanaman dan juga untuk memperoleh bibt unggul.
d. Dalam bidang hidrologi
Radiasi,
pada bidang hidrologi juga memiliki dampak positif. Natrium-24 (24P)
merupakan radioisotop yang sering digunakan untuk mengukur kecepatan
laju dan debit air sungai, air dalam tanah dan rembesan. Kebocoran dam
serta pipa penyalur yang terbenam dalam tanah dapat dideteksi
menggunakan radioisotop iodium-131 dalam bentuk senyawa CH3131l,
sedangkan lokasi dumping, asal/pola aliran sedimen dan laju pengendapan
dapat diukur menggunakan krom-51 dan brom-82 masing-masing dalam bentuk
senyawa K251Cr2P7 dan K82Br.
e. Dalam bidang peternakan
Adapun
manfaat radiasi dalam bidang peternakan, yaitu dengan memanfaatkan
sinar-X untuk membantu dalam dunia kedokteran hewan sebagai sarana
penunjang diagnosa. Contoh lain adalah, didunia penrunggasan, yaitu
dengan pemanfaatan radiovaksin. Radiovaksin adalah teknik pembuatan
vaksin dengan cara radiasi. Defi nisi vaksin adalah suatu suspensi mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit tetap telah dimodifi kasi dengan cara mematikan atau menatenuasi (melemahkan) sehingga tidak akan menimbulkan penyakit dan
dapat merangsang pembentukan kekebalan/ antibodi bila diinokulasikan.
Pembuatan radiovaksin memiliki keunggulan dibandingkan dengan cara
konvensional, yaitu mempercepat proses pembuatan vaksin dengan
memperpendek waktu pasase. Selain itu, radiovaksin yang diproduksi
memiliki kualitas yang sama dengan vaksin buatan secara konvensional.
Sumber radiasi yang digunakan untuk pembuatan radiovaksin adalah sinar
gama yang digunakan untuk menurunkan infektivitas, virulensi, dan
patogenitas agen penyakit, tetapi diharapkan mampu merangsang timbulnya
kekebalan pada tubuh terhadap infeksi penyakit.
2. Dampak negatif radiasi dalam kehidupan sehari-hari
Telah
kita ketahui dan kita bahas, bahwa radiasi memilki dampak positif dalam
kehidupan sehari-hari. Jika radiasi memilki dampak positif, berarti
radiasi juga memilki dampak negatif dalam kehidupan sehari-hari. Adapun
dampak negaif radiasi dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah
dampak radiasi terhadap terhadap lingkungan, dalam bidang perindustrian, pertanian, kedokteran dan kesehatan, dan dampak radiasi gelombang.
- Dampak radiasi terhadap lingkungan
Lingkungan
merupakan suatu hal yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan makhluk
hidup terutama manusia. Lingkungan yang bersih dan tidak tercemari oleh
radiasi, akan membuat lingkungan itu terasa nyaman dan baik untuk
kelangsungan serta kesehatan makhluk hidup dan tumbuhan. Adapun dampak
negatif radiasi terhadap lingkungan, akan menyebabkan lingkukngan itu
menjadi rusak dan terganggu serta membuat kelangsungan makhluk hidup dan
tumbuhan. Contohnya radisi peluruhan zat aktif akibat ledakn bom atom
di Nagasaki
dan hirosima yang menyebabkan tumbuhan sulit untuk tumbuh dan
berkembang, radiasi panas matahari, radiasi limbah dan lain sebagainya.
Radiasi-radiasi tersebut jika tidak diatasi secaralangsung dengan baik,
akan mengakibatkan suasana lingkungan menjadi tidak nyaman.
- Dalam bidang perindustrian
Radiasi,
didalam bidang perindustrian memiliki dampak positif yang cukup bagus
dalam proses perkembangan dan kemajuan perindustrian tersebut. Tetapi,
disamping memiliki dampak positif, radiasi dalam perindustrian juga
memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan sekitarnya terutama
perindustrian teknologi nuklir.
Adapun
contohnya lingkungan disekitar perindustrian tersebut memiliki suhu
yang lebih panas akibat dari radiasi. Radiasi panas yang ditimbulkan
dari perindustrian yang berasal dari zat-zat radioaktif tertentu, yang
memicu terjadinya reaksi kimia diatmosfer dapat menyebabkan penipisan
terhadap lapisan ozon. Di perairan laut, intensitas limbah dari
perindustrian yang mengandung zat rdioaktif yang tinggi, dapat
menyebabkan organisme kecil dilaut musnah termaksud ikan dan masih
banyak lagi contoh lainnya. Untuk mengatasi dampak-dampak negative
tersebut, maka pemerintah harus bertindak lanjut terhadap perindustrian
yang bersangkutan serta dengan cara mendaur ulang limbah yang mengandung
zat radioaktif tersebut dengan senyawa tertentu agar tidak berbahata
terhadap kehidupan dan lingkungan.
- Bidang pertanian
Adapun
dampak negatif radiasi dibidang pertanian, antara lain adalah
penggunaan zat-zat tertentu secara berlebihan dapat merusak pertumbuhan
tanaman atau terjadi mallpraktek dalam mengadakan pemuliaan/mencari bibt
unggul agar hasil yang diperoleh lebih baik dapat
mengakibatkan cacat atau pertumbuhan tumbuhan tersebut seperti padi,
jagung, cabai dan lain-lain menjadi kerdil atau rusak.
- Bidang kedokteran dan kesehatan
Dibidang
kedokteran dan kesehatan, radiasi sangat dibutuhkan sekali oleh para
ahli medis untuk mengetahui berbagai macam penyakit yang sulit di
analisa secara kasat mata. Akan tetapi, didalam bidang kedokteran dan
kesehatan radiasi juga mempunyai dampak negate terhadap kesehatan kita,
seperti penggunaan sinar-X dan zat-zat radioaktif tertentu
yang berlebihan dapat mengakibatkan sel-sel didalam organ tubuh menjadi
rusak dan mati, sehingga menyebabkan seseorang dapat menderita penyakit
ataupun cacat, dan lain sebagainya.
- Dampak radiasi gelombang
Senin, 26 Februari 2018
Skala Termometer & Rangkuman Radiasi
Skala Termometer
Mengenal 4 Skala Termometer
(Fisikanesia). Dalam pembahasan
yang lalu, tentang Besaran Suhu dan Alat Ukurnya, telah kita uraikan
bahwa cara untuk mengetahui nilai dari besaran suhu tersebut adalah
dengan menggunakan suatu alat yang bernama termometer. Termometer,
ternyata berbeda-beda dalam hal jenis skalanya. Hingga saat ini,
setidaknya ada empat skala termometer yang umum digunakan dalam
pengukuran suhu, yaitu:
1. Termometer Skala Celcius
Skala Celcius merupakan skala yang
paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Skala ini
ditetapkan oleh seorang ahli fisika berkebangsaan Swedia bernama Anders
Celcius (1701 – 1744). Ia menetapkan titik beku air sama dengan 0
derajat sebagai titik tetap bahwa, dan titik didih air sama dengan 100
derajat sebagai titik tetap atas. Di antara jarak kedua titik tersebut
dibagi menjadi 100 satuan derajat. Skala Celcius memiliki satuan derajat
Celcius yang ditulis 0C.
2. Termometer Skala Fahrenheit
Skala Fahrenheit ditetapkan oleh
Gabriel Daniel Fahrenheit (1686 – 1736), seorang ilmuwan fisika
berkebangsaan Jerman. Ia menetapkan titik beku air sama dengan 320 dan titik didih air sama dengan 2120
. Di antara jarak kedua titik tetap tersebut dibagi menjadi 180 satuan
derajat. Penulisan nilai suhu, misalnya 100 derajat fahrenheit, cukup
ditulis 100 0F. Skala Fahrenheit banyak dipakai dinegara-negara Eropa dan Amerika.
3. Termometer Skala Reamur
Skala Reamur adalah skala suhu yang
dinamakan oleh Rene Antoine Ferchault de Reamur, yang pertama
mengusulkannnya pada 1731. Titik beku air adalah 0 derajat Reamur, titik
didih air 80 derajat, serta memiliki 80 satuan derajat, penulisan nilai
suhu skala Reamur, misalnya 40 dejarat Reamur, ditulis 400R
skala ini mulanya dibuat dengan alkohol, jadi termometer Reamur yang
dibuat dengan raksa sebenarnya bukan termometer Reamur sejati. Skala
Reamur digunakan secara luas di Eropa, terutama di Perancis dan Jerman,
tapi kemudian digantikan oleh Celcius. Saat ini skala Reamur jarang
digunakan kecuali di Industri permen dan keju.
4. Termometer Skala Kelvin
Lord Kelvin (1824 – 1907) adalah ilmuwan berkebangsaan Inggris yang
menetapkan skala Kelvin. Skala Kelvin ditetapkan berdasarkan
perhitungan bahwa ada suhu minimal di alam ini. Hal tersebut didukung
oleh teori kinetik partikel bahwa pada suhu nol mutlak,
partikel-partikel semua zat praktis tidak bergerak. Suhu nol mutlak
tersebut sama dengan -273,15 0C, biasanya dibulatkan menjadi -273 0C. Pada skala Kelvin, titik beku air adalah 273 K dan titik didihnya 373 K. Skala kelvin memiliki satuan Kelvin, ditulis 0K.
Radiasi dan Dunia yang Kita Huni
Apa yang dimaksud dengan radiasi?
Radiasi dapat diartikan sebagai energi
yang dipancarkan dalam bentuk partikel atau gelombang. Pengertian tentang radiasi dan
gelombang dapat dijelaskan pada kejadian berikut.
Apa yang Anda lakukan jika Anda melihat kolam air tenang yang pada
permukaannya mengapung beberapa helai daun? Secara spontan mungkin Anda akan melempar
kerikil ke kolam tersebut. Dapat Anda lihat bahwa pada lokasi jatuhnya kerikil akan muncul
riak, yang kemudian akan menyebar dalam bentuk lingkaran. Riak-riak tersebut adalah
gelombang dan memperlihatkan pergerakan energi yang diberikan oleh kerikil, dan energi
tersebut menyebar dari lokasi jatuhnya kerikil ke segala arah. Ketika riak mencapai daun,
daun tersebut akan terangkat naik ke puncak gelombang.
Radiasi terdiri dari beberapa jenis, dan setiap
jenis radiasi tersebut memiliki panjang gelombang masing-masing.
Ditinjau dari massanya, radiasi dapat dibagi menjadi radiasi elektromagnetik dan radiasi partikel. Radiasi
elektromagnetik adalah radiasi yang tidak memiliki massa. Radiasi ini terdiri dari
gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak, sinar-X, sinar gamm dan sinar kosmik.
Radiasi partikel adalah radiasi berupa partikel yang memiliki massa, misalnya partikel beta, alfa dan neutron
Jika ditinjau dari "muatan listrik"nya, radiasi dapat dibagi
menjadi radiasi pengion dan radiasi
non-pengion. Radiasi pengion adalah radiasi yang apabila menumbuk atau menabrak
sesuatu, akan muncul partikel bermuatan listrik yang disebut ion.
Peristiwa terjadinya ion ini disebut ionisasi. Ion ini
kemudian akan menimbulkan efek atau pengaruh pada bahan, termasuk benda hidup. Radiasi
pengion disebut juga radiasi atom atau radiasi nuklir. Termasuk ke dalam radiasi pengion adalah
sinar-X, sinar gamma, sinar kosmik, serta partikel beta, alfa dan neutron. Partikel beta,
alfa dan neutron dapat menimbulkan ionisasi secara langsung. Meskipun tidak memiliki massa
dan muatan listrik, sinar-X, sinar gamma dan sinar kosmik juga termasuk ke dalam radiasi
pengion karena dapat menimbulkan ionisasi secara tidak langsung. Radiasi non-pengion
adalah radiasi yang tidak dapat menimbulkan ionisasi. Termasuk ke dalam radiasi
non-pengion adalah gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak dan
ultraviolet.

















